Kamis, 21 Februari 2013

PENDIDIKAN ISLAM


 
BAB I
PENDAHULUAN
  1. Latar belakang
Pendidikan atau tarbiah, menurut pandangan Islam, adalah merupakan bagian dari tugas kekhalifahan manusia. Allah adalah Rabb al Alamin, juga Rabb al Nas. Tuhan adalah yang mendidik makhluk alamiah dan juga yang mendidik manusia. Karena manusia adalah khalifah Allah, yang berarti bahwa manusia mendapat kuasa dan limpahan wewenang dari Allah untuk melaksanakan pendidikan terhadap alam dan manusia, maka manusialah yang bertanggung jawab untuk melaksanakan pendidikan tersebut.[1]
Seperti dalam Firman Allah yang berbunyi: al-An’am 165
اتَّبِع ما أوحِىَ إِلَيكَ مِن رَبِّكَ ۖ لا إِلٰهَ إِلّا هُوَ ۖ وَأَعرِض عَنِ المُشرِكينَ ﴿١٠٦﴾
“Ikutlah apa yang telah diwahyukan kepadamu dari Tuhanmu, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, dan berpalinglah dari orang-orang musyrik.
Mendidik atau melaksanakan aktifitas al tarbiah, menurut arti dasarnya adalah mempertumbuh dan mengembangkan alam dan manusia. Ini berarti bahwa manusia harus mendidik diriya sendiri agar menjadi tumbuh dan berkembang bersama dengan pertumbuhan dan perkembangan alam. Jadi pendidikan adalah aktifitas manusia terhadap manusia dan untuk manusia. Pendidikan meyangkut pula masalah-masalah yang berhubungan  dengan sifat dasar manusia, hakikat dan tujuan hidupnya, serta hal-hal lain dalam perikehidupanya.
1
 
Pendidikan, sebagai bagian dari tugas kekhalifahan manusia, menurut pandangan Islam, harus dilaksanakan oleh manusia dengan rasa tanggung jawab. Pertangung jawaban baru bisa dituntut kalau ada aturan dan pedoman pelaksanaanya. Oleh karenanya Islam tentunya memberikan konsep-konsep yang mendasar tentang pendidikan, dan mengaplikasikan konsep-konsep dasar tersebut dalam praktek kependidikan. Yang mana akan dibahas dalam makalah yang berjudul Pemikiran Filosofis Tentang Dasar Dan Tujuan Pendidikan Islam.
  1. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana pengertian dasar dan tujuan pendidikan Islam?
2.      Bagaiamana pijakan/dalil naqli tentang dasar dan tujuan pendidikan Islam?
3.      Bagaimana rumusan pemikir muslim tentang dasar dan tujuan pendidikan Islam?
  1. Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetahui pengertian dasar dan tujuan pendidikan Islam
2.      Untuk mengetahui pijakan/dalil naqli tentang dasar dan tujuan pendidikan Islam
3.      Untuk  mengetahui rumusan pemikir muslim tentang dasar dan tujuan pendidikan Islam









 
BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian dasar dan tujuan pendidikan Islam
1.      Pengertian Pendidikan Islam
Dalam konteks pemikiran pendidikan Islam, ada beberapa istilah yang digunakan untuk makna pendidikan, yaitu tarbiah yang akar katanaya rabba, ta’dib yang akar katanya addaba, dan ta’lim yang akar katanya ‘allama.[2]
Meskipun demikian istilah ini menunjukkan pada orientasi dan pendekatan yang berbeda-beda, namun ungkapanya sering ditemukan dikalangan pemikir muslim.
Penggunaan ketiga istilah di atas, tentu membawa konsekwensi dan implikasi yang berbeda dalam pelaksanaan dan pengaturan strategi pendidikan itu sendiri.
Istilah tarbiah dalam pemahamannya yaitu memberikan aksentuasi kegiatannya pada proses pendidikan yang dilakukan dengan sadar dan terprogram, teratur, sistematis, penuh pertimbangan dan terarah pada suatu tujuan. Tegasnya istilah ini lebih tepat jika ditujukan pada pendidikan formal.[3]
3
 
Istilah ta’dib dalam hal ini, memberikan tekanan aktifitasnya pada pembinaan perilaku secara umum, sehingga lebih tepat ditujukan untuk menyebut pendidikan dalam maknanya yang lebih luas, baik dalam bentuk formal, informal maupun yang non formal.
Secara definitive, Omar Mohammad al-Toumy al-Syaebani menyebutkan bahwa pendidikan adalah usaha mengubah tingkah laku individu dalam kehidupan pribadinya atau kehidupan masyarakatnya dan kehidupan dalam alam sekitarnya.
Hasan Langgulung merumuskan pendidikan Islam sebagai suatu proses penyiapan generasi muda untuk mengisi peranan, memindahkan pengetahuan dan nilai-nilai Islam yang diselaraskan dengan fungsi manusia untuk beramal di dunia dan memetik hasilnya di akhirat.[4]
Dari berbagai literatur terdapat berbagai macam pengertian pendidikan Islam. Pendidikan Islam dapat berarti pula lembaga pendidikan yang didalamnya terdapat kegiatan yang menjadikan Islam sebagai identitasnya, baik dinyatakan dengan semata-mata maupun tersamar.[5]
Jadi definisi pendidikan Islam adalah, pengenalan dan pengakuan yang secara berangsur-angsur ditanamkan ke dalam diri manusia, tentang tempat-tempat yang tepat dari segala sesuatu di dalam tatanan penciptaan, sehingga membimbing ke arah pengenalan dan pengakuan tempat Tuhan yang tepat di dalam tatanan wujud dan kepribadian. Jadi pendidikan ini hanyalah untuk manusia saja.[6]
2.      Tujuan Pendidikan Islam
Karena pendidikan Islam merupakan pendidikan yang berkesadaran dan bertujuan, Allah telah menyusun landasan pendidikan yang jelas bagi seluruh manusia melalui syariat Islam. Pengkajian alam semesta yang disertai pemahaman atas kejelasan landasan dan tujuan penciptanya akan memperkuat keyakinan dan keimanan manusia atas keberadaan Allah.[7]
Allah menciptakan alam semesta ini dengan tujuan yang jelas. Dia menciptakan manusia dengan tujuan untuk menjadi kholifah dimuka bumi melalui ketaatan kepada-Nya. Untuk mewujudkan tujuan itu, Allah memberikan hidayah serta berbagai fasilitas alam semesta kepada manusia. Artinya manusia dapat memanfaatkan alam semesta ini sebagai sarana merenungi kebesaran Penciptanya. Hasil perenungan itu memotivasi manusia untuk lebih menaati dan mencintai Allah. Disisi lain, Allah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih pekerjaan mana yang akan dipilih manusia, kebaikan atau keburukan. Namun, malalui para Rasu, Allah memberi petunjuk kepada manusia agar memahami tujuan hidup yang semata-mata untuk beribadah kepada Allah.[8]
Menurut Abdul Fatah Jalal, tujuan umum pendidikan Islam ialah terwujudnya manusia sebagai hamba Allah. Jadi menurut Islam, pendidikan haruslah menjadikan seluruh manusia  menghambakan kepada Allah. Yang dimaksud menghambakan diri ialah beribadah kepada Allah.
Islam menghendaki agar manusia dididik supaya ia mampu merealisasikan tujuan hidupnya sebagaimana yang telah digariskan oleh Allah. Tujuan hidup manusia itu menurut Allah ialah beribadah kepada Allah. Seperti dalam surat az Dzariyat ayat 56 :
وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ
“ Dan Aku menciptakan Jin dan Manusia kecuali supaya mereka beribadah kepada-Ku”.
Jika tugas manusia dalam kehidupan ini demikian penting, pendidikan harus memiliki tujuan  yang sama dengan tujuan penciptaan manusia. Bagaimanapun, pendidikan Islam sarat dengan pengembangan nalar dan penataan perilaku serta emosi manusia dengan landasan dinul Islam. Dengan demikian, tujuan pendidikan Islam adalah merealisasikan penghambaan kepada Allah dalam kehidupan manusia, baik secara individual maupun secara social.[9]
B.   Pijakan/dalil Naqli Tentang Dasar dan Tujuan Dalam Pemikiran Pendidikan Islam
Sebagai aktifitas yang bergerak dalam bidang pendidikan dan pembinaan kepribadian, tentunya pendidikan Islam memerlukan landasan kerja untuk memberi arah bagi programnya. Sebab dengan adanya dasar juga berfungsi sebagai sumber semua peraturan yang akan diciptakan sebagai pegangan langkah pelaksanaan dan sebagai jalur langkah yang menentukan arah usaha tersebut.
Dasar pelaksanaan pendidikan Islam terutama adalah al-Quran dan al-Hadis.[10] Dalam al-Quran, surat Asy-Syuara’, ayat 52:
وَأَوْحَيْنَا إِلَى مُوسَى أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِي إِنَّكُمْ مُتَّبَعُونَ (٥٢)
“(Allah berfirman): Dan Kami wahyukan kepada Nabi Musa: "Hendaklah engkau membawa hamba-hambaKu (kaummu) keluar pada waktu malam; sesungguhnya kamu akan dikejar (oleh Firaun dan tenteranya)".
Hadis Nabi yang artinya:
“sesungguhnya orang mu’min yang paling dicintai oleh Allah ialah orang yang senantiasa tegak taat kepada-Nya dan memberikan nasihat kepada hamba-Nya, sempurna akal pikirannya, serta menasehati pula akan dirinya sendiri, menaruh perhatian serta mengamalkan ajaran-Nya selama hayatnya, maka beruntung dan memperoleh kemenangan ia” (Al-Ghazali, Ihya’ulumuddin h. 90).
Dari ayat al-Quran dan hadis diatas dapat diambil titik relevansinya dengan atau sebagai dasar pendidikan agama, mengingat:
1.      Bahwa al-Quran diturunkan kepada umat manusia untuk memberi petunjuk kearah jalan hidup yang lurus dalam arti memberi bimbingan dan petunjuk ke arah jalan yang diridhoi Allah SWT.
2.      Menurut Hadis Nabi, bahwa diantara sifat orang mukmin ialah saling menasehati untuk mengamalkan ajaran Allah, yang dapat diformulasikan sebgai Usaha atau dalam bentuk pendidikan Islam.
3.      Al-Quran dan Hadis tersebut menerangkan bahwa Nabi adalah benar-benar pemberi petunjuk kepada jalan yang lurus, sehingga beliau memerintahkan kepada umatnya agar saling memberi petunjuk, memberikan bimbingan, penyuluhan, dan pendidikan Islam.
Bagi umat Islam maka dasar agama Islam merupakan fondasi utama dari keharusan berlangsungnya pendidikan. Karena ajran-ajaran Islam bersifat universal yang mengandung aturan-aturan yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia dalam hubungan-nya dengan sang khalik yang diatur dalam ubudiah, juga dalam hubungan dengan sesamanya yang diatur dalam muamalah, masalah berpkaian, jual beli, aturan budi pekerti yang baik dan sebagainya.
Urutan prioritas pendidikan Islam dalam upaya pembentukan kepribadian muslim, sebagaimana diilustrasikan berturut-turut dalam al-Quran surat Luqman ayat 3:
a.       Pendidikan keimanan kepada Allah SWT.
Surat al-Luqman ayat: 3
هُدًى وَرَحمَةً لِلمُحسِنين ه ﴿٣﴾ُدًى وَرَحْمَةً لِّلْمُحْسِنِينَ هُدًى وَرَحْمَةً لِّلْمُحْسِنِينَ
“Menjadi hidayah petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang sedia mengerjakan amal-amal yang baik(al-Luqman: 3)
Pendidikan yang pertama dan utama untuk dilakukan adalah pembentukan keyakinan kepada Allah yang diharapkan dapat melandasi sikap, tingkah laku dan kepribadian anak didik.
b.      Pendidikan Akhlaqul Karimah
Sejalan dengan usaha membentuk dasar keyakinan/keimanan maka diperlukan juga usaha membentuk akhlak yang mulia. Berakhlak yang mulai adalah modal bagi setiap orang dalam menghadapi pergaulan antar sesamanya. Baik muamalah dengan Allah ataupun muamalah dengan sesame baik individu ataupun kolektif. Tetapi perlu diingat bahwa akhlak tidak terbatas pada tali hibungan antara manusia dengan manusia akan tetapi melebihi itu, juga mengatur hubungan manusia dengan segala yang terdapat dalam wujud dan kehidupan ini.
c.       Pendidikan Ibadah
Ibadah secara awam diartikan sesembahan, pengabdian, sebenarnya adalah istilah yang paling luas dan mencakup tidak hanya penyembahan, tetapi juga hubungan dengan laku manusia meliputi kehidupan. Disebut manusia yang taat adalah ketika seseorang/hamba bisa dengan taat patuh dengan segala yang diperintahkan Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Tujuan pendidikan Islam tidak terlepas dari tujuan hidup manusia dalam Islam, yaitu untuk menciptakan pribadi-pribadi hamba Allah yang selalu bertakwa kepadaNya, dan dapat mencapai kehidupan yang berbahagia di dunia dan akhirat (S. Al-Dzariat:56; S. ali Imran: 102).
وَما خَلَقتُ الجِنَّ وَالإِنسَ إِلّا لِيَعبُدونِ ﴿٥٦﴾
“Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mereka menyembah dan beribadat kepadaKu”.
يٰأَيُّهَا الَّذينَ ءامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقاتِهِ وَلا تَموتُنَّ إِلّا وَأَنتُم مُسلِمونَ ﴿١٠٢﴾
“Wahai orang-orang yang beriman! Bertaqwalah kamu kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa, dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan Islam.
Dalam konteks sosiologi pribadi yang bertakwa menjadi rahmatan lil ‘alamin, baik dalam skala kecil maupun besar. Tujuan hidup manusia dalam Islam inilah yang dapat disebut juga sebagai tujuan akhir pendidikan Islam.
  1. Beberapa rumusan  pemikir  muslim tentang dasar dan tujuan pendidikan Islam
Pertama kali adanya pemikiran pendidikan Islam diawali dengan adanya pada pemikiran pendidikan pada masa Nabi SAW, masa khulafa Ar-Rasyidin, masa Umayyah, dan masa Abbasyiah, yang selanjutnya mengenai pemikiran para tokoh tentang pendidikan Islam yang akan dibahas dalam  bahasan berikut:
  1. Hasan Al-Banna
Istilah pendidikan dalam konteks ajaran Islam lebih banyak dikenal dengan menggunakan term kata, atta’lim, attarbiah, at-tahzib dan lain-lain. Hasan Al-Banna sering menggunakan istilah pendidikan dengan at-tarbiah dan ta;lim. At-tarbiah adalah proses pembinaan dan pengembangan potensi manusia melalui pemberian berbagai ilmu pengetahuan yang dijiwai oleh nilai-nilai ajaran agama. Seringkali pula kata at-tarbiah diartikan dengan pendidikan jasmani, pendidikan akal, dan pendidikan qalb. [11]Sedangkan ta’lim adalah proses transver ilmu pengetahuan agama yang menghasilkan pemahaman keagamaan yang baik pada anak didik sehingga mampu melahirkan sifat-sifat dan sikap-sikap yang positif (ikhlas, percaya diri, kepatuhan, pengorbanan, dan keteguhan). [12]
Pendidikan disini dipandang sebagai proses aktualisasi potensi-potensi yang dimiliki anak didik dengan jalan mewariskan nilai-nilai ajaran Islam. Aktualisai yang dikehendaki adalah dapat melahirkan sosok individu yang memliki kekuatan jasmani, akal dan qalb guna mengabdi pada Allah serta mampu menciptakan lingkungan hidup damai dan tentram. Oleh karena itu pendidikan disini lebih berorientasi pada ketuhanan, bercorak universal, dan terpadu, bersifat konstruktif, serta membentuk persaudaraan dan keseimbangan dalam hidup dan kehidupan.
Lebih detail dalam kajian ini ada beberapa tujuan pendidikan pada tingkat individu mengarah pada beberapa hal, diantaranya adalah:
a.       Setiapa individu memiliki kekuatan fisik sehingga mampu menghadapi berbagai kondisi lingkungan dan cuaca.
b.      Setiap individu memiliki pemahaman akidah yang benar berdasarkan al-Quran dan sunnah.
c.       Setiap individu memiliki kemampuan untuk memerangi hawa nafsunya dan mengokohkan diri atas syariat Allah melalui ibadah dan kebaikan.
d.      Setiap individu mampu menjadikan dirinya bermanfaat bagi orang lain.[13]
  1. Muhammad Natsir
Salah satu konsep pendidikan yang terkenal dari tokoh ini adalah konsep pendidikan yang integral, harmonis, dan universal. Konsep pendidikan tersebut tidak lain adalah bersumber dari Al-Quran dan hadis yang merupakan reaksi dan refleksi terhadap sosio-historis yang ditemukan masyarakat.[14] Natsir menilai bahwa pendidikan yang dilaksanakan oleh masyrakat Islam tidak sesuai dengan konsep pendidikan ideal yang dicita-citakannya. Konsep pendidikan yang ada adalah konsep pendidikan yang dikotomis dan disharmonis bukan yang universal, integral, dan harmonis. Kondisi tersebut akibat dari penjajahan barat selama berabad-abad.
Maka, dari semua jenis pendidikan hendaknya bertumpu kepada suatu dasar maupun tujuan tertentu. Sedangkan tujuan utama dari pendidikan adalah ajaran tauhid, mengenal Tuhan, mempercayai, dan menyerahkan diri kepada Tuhan. Tauhid diperlukan untuk menjaga harmoni dan keseimbangan antara intelektual dan spiritual, antara jasmani dan ruhani, dan antara duniawi dan ukhrowi.
Sasaran ajaran tauhid adalah pembentukan kepribadian yang juga menjadi sasaran tujuan pendidikan. Keyakinan terhadap keesaan Allah akan menempa seseorang menjadi tangguh pribadinya dalam melaksanakan tugas kemanusiaan sebagai hamba Allah, berani hidup mengarungi berbagai kesulitan, bahaya, tipu daya, dan malapetaka. Sebagai makhluk social, seorang anak yang telah tertanam dasar tauhid akan mampu melaksanakan kewajiban dengan penuh tanggung jawab demi kepentingan masyarakat. Tauhid pada hakikatnya adalah landasan dari seluruh aspek kehidupan manusia dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SAW.
Dengan demikian tujuan pendidikan merupakan tujuan hidup. Tujuan hidup seorang muslim adalah berserah diri pada Allah, pengabdian diri kepada Allah.



 
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari paparan makalah diatas dapat disimpulkan sebagai berikut:
  1. Pendidikan Islam telah didefinisikan secara berbeda-beda oleh berbagai kalangan, yang banyak dipengaruhi pandangan dunia masing-masing. Namun, pada dasarnya, semua pandangan yang berbeda itu bertemu dalam semacam kesimpulan. Bahwa pendidikan merupakan proses penyiapan generasi muda untuk menjalankan kehidupan dan memenuhi tujuan Hidupnya secara lebih efektif dan efesien.
  2. Dasar pendidikan Islam adalah nilai-nilai social kemasyarakatan yang tidak bertentangan dengan ajaran-ajaran al-Quran dan Hadis atas prinsip mendatangkan kemanfaatan dan menjauhkan kemadlaratan bagi manusia.
  3. Beberapa rumusan  pemikir  muslim tentang dasar dan tujuan pendidikan Islam
Baik, Hasan al-Banna dan Muhammad Natsir mengganggap Pendidikan sebagai proses aktualisasi potensi-potensi yang dimiliki anak didik dengan jalan mewariskan nilai-nilai ajaran Islam. Aktualisai yang dikehendaki adalah dapat melahirkan sosok individu yang memliki kekuatan jasmani, akal dan qalb guna mengabdi pada Allah serta mampu menciptakan lingkungan hidup damai dan tentram. Sedangkan tujuan utama dari pendidikan adalah ajaran tauhid, mengenal Tuhan, mempercayai, dan menyerahkan diri kepada Tuhan.





 
 

DAFTAR RUJUKAN
Abd. Aziz, Filsafat Pendidikan Islam Sebuah Gagasan Membangun Pendidikan Islam, Surabaya: Elkaf. 2006.
Abdur Rahman Assegaf, Pendidikan Islam di Indonesia, Yogyakarta: Suka Press, 2007.
Arifin. M, Filsafat Pendidikan Islam, Bumi Aksara: Jakarta, 1993.
Azra. Azyumardi,  Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium baru, Jakarta: Logos, 2000.
Langgulung. Hasan, Beberapa Pemikiran tentang Pendidikan Islam, Bandung: Al-Ma’arif, 1980.
Muhaimin, Wacana Pengembangan Pendidikan Islam, Surabaya: Pustaka Pelajar, 2004.
Muhmidayeli, filsafat Pendidikan, Bandung: PT Refika Aditama, 2011.
Riyadi. Ahmad Ali, Filasafat pendidikan Islam, Yogyakarta: Teras, 2010.
Susanto. A,  Pemikiran pendidikan Islam, Jakarta: Sinar Grafika Offset, 2009.
Tobroni, Pendidikan Islam Paradigm Peologis Filosofis dan Spiritualitas, Malang:  UMM Press, 2008.
Zuhairini, filsafat pendidikan Islam, Jakarta:  Bumi Aksara, 2008.



[1] Zuhairini, filsafat pendidikan Islam, (Jakarta:  Bumi Aksara, 2008), 149
[2] Muhmidayeli,  filsafat Pendidikan, (Bandung: PT Refika Aditama, 2011),  65.

[3] Azyumardi Azra, Pendidikan Islam Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium baru, (Jakarta: Logos, 2000),  4
[4] Hasan Langgulung, Beberapa Pemikiran tentang Pendidikan Islam, (Bandung: Al-Ma’arif, 1980),  94.
[5] Tobroni, Pendidikan Islam Paradigm Peologis Filosofis dan Spiritualitas, (Malang:  UMM Press, 2008), 13.
[6]Abd. Aziz, Filsafat Pendidikan Islam Sebuah Gagasan Membangun Pendidikan Islam, (Surabaya: Elkaf. 2006), 6.
[7]Abdurrahman An-Nahlawi, Pendidikan Islam Di Rumah Sekolah Dan Masyarakat, (Jakarta: Gema Insani, 1995), 116.
[8]Ibid.
[9]Ibid,.117.
[10]Muhaimin, Wacana Pengembangan Pendidikan Islam, (Surabaya: Pustaka Pelajar, 2004), 24.
[11] Abdurrahman An-Nahlawi, Pendidikan Islam,… (Jakarta: Gema Insani, 1995), 123.
[12]A. Susanto,  Pemikiran pendidikan Islam, (Jakarta: Sinar Grafika Offset, 2009), 65.
[13] Ibid., 67.
[14] Ibid., 119.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar